Minggu, 14 April 2019

Menjelang Pesta Demokrasi


Dear Pemilu 2019
                                    


Oleh: Rayu Ati
(Departemen Bidang Hikmah Pikom IMM Fisip Unismuh Makassar)

    Jelang pemilu pada 17 april 2019 perlu bagi setiap warga masyarakat untuk mengetahui perihal yang baik dan buruknya menjelang pemilu,dengan semakin lestarinya politik uang di kalangan masyarakat dimana masyarakat seakan tidak perpikir lagi halal dan haramnya menerima uang tersebut.
    Politik uang atau politik perut adalah bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang supaya orang tersebut tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum.Praktek politik uang biasanya dilakukan dengan cara pemberian berbentuk uang, sembako seperti beras, minyak dan gula kepada masyarakat. Perlu dipahami bahwa politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye.
Bagaimana hukum politik uang untuk kepentingan pilkada dan sejenisnya, apakah diperbolehkan mengingat hal seperti itu tampaknya dianggap lazim oleh masyarakat?, terkait hal tersebut suap dalam bahasah arab adalah risywah, hukum Risywah adalah tentu saja tidak diperbolehkan. Risywah memiliki dampak negatif bagi kehidupan masyarakat diantaranya dapat menciptakan moral masyarakat yang munafik, menyuburkan budaya menjilat serta mendidik masyarakat menjadi penipu.
 Firman Allah SWT dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 188 yang artinya ” dan janganlah (sebagian) kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan batil dan (janganlah) membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.”
Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Daud al-Tirmidzi, Ibn Majah dalam Sunan serta Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari Abdullah Ibn Amr. Ia berkata:
“Rasulullah SAW melaknat orang yang memberi dan menerima suap.”
Sebagai umat yang beragama dan paham akan bahayanya politik uang maka himbau diri untuk tegas dan cerdas dalam memilih pemimpin untuk negeri tercinta, pilih berdasarkan skill dan potensi yang mereka punya, jangan biarkan calon tikus berhasil mencari celah karena masa depan bangsa berada pada pemilih yang cerdas.

Billahi fi sabilil haq fastabiqul Khairat
Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarakatu

Perempuan Masa Kini


PERAN PEREMPUAN MASA KINI



Oleh: Nur Aqsah
(Departemen Bidang Media dan Komunikasi Pikom IMM Fisip Unismuh Makassar)

        Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, disadari atau tidak, peran perempuan akhir-akhir ini semakin bergeser kearah yang lebih positif dan semakin berkembang. Jika dulu perempuan kerap kali hanya diidentikan dengan kecantikan dan keindahan, sekarang tidak lagi. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak kini bukan lagi menjadi satu-satunya kegiaran perempuan. Peran perempuan belakangan ini semakin maju dan berkembang. Jumlah wanita karir di Indonesia kini semakin meningkat, bahkan saat ini menempati urutan ke enam terbanyak di dunia. Hal tersebut membuktikan bahwa masih banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan oleh perempuan di masa kini.
Kartini menjadi inspirasi dalam perkembangan perempuan. Peran perempuan di era millenial tidak pernah redup. Prestasi para perempuan Indonesia pun sangat terlihat dari dulu hingga kini.
Jika melihat sejarah sebelumnya, dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini sangat haus dengan pendidikan dan memperjuangkan wanita untuk sejajar dengan pria. Dalam surat – surat Kartini juga masuk berbagai dialog yang sangat menginspirasi.
Memperingati nuansa kebangkitan nasional saat ini dan keterkaitan dengan peran perempuan, maka ini adalah momentum bagi semua perempuan Indonesia untuk bangkit dari sekat emansipasi untuk bisa lebih menunjukkan karyanya memasuki era milenial yang semakin praktis dan serba digital ini, semakin menuntut persaingan karier yang ketat dalam dunia kerja.
Dewasa ini, peran wanita semakin terlihat di era milinenial. Wanita tidak hanya memiliki posisi sentral dalam keluarga yang berperan sebagai istri, mitra suami, ibu rumah tangga maupun pendidik generasi penerus namun juga sebagai pengambil keputusan untuk berbagai pilihan hidupnya. Tak hanya itu, kaum wanita pun perlu menyadari pentingnya mendapatkan perlindungan dan tempat terbaik diberbagai kesempatan.
Ikut berpartisipasinya perempuan untuk berperan di kalangan publik harus di hargai, karena mereka juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh kedudukan akses dan pemerataan yang sama di mata publik . Yang masih perlu dipikirkan ialah kapabilitas dan kemampuan yang dimiliki semua perempuan bisa berpartisipasi di ranah publik , dalam kacamata sosial tidak ada pembatasan yang membelenggu, era millenium bisa menjadi lahan pembebasan bagi pergerakan perempuan tanpa melupakan keterikatan aturan norma sosial, hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan.
Mencermati perempuan saat ini, Indonesia telah memiliki perempuan hebat yang dapat menjadi inisiator maupun tonggak pembangunan perekonomian bangsa. Tidak dapat menutup kemungkinan, nantinya bakal bermunculan perempuan-perempuan hebat di Indonesia. Perempuan dan laki-laki sudah seyoginya saling bahu membahu untuk kebaikan terlebih lagi dalam pembangunan perekonomian bangsa. Jangan terjebak dalam perdebatan gender yang seakan tak berujung. Perempuan maupun laki-laki dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini, jadi tak masalah apapun jenis kelaminnya.
Agar tidak terlalu terseret, perempuan dituntut untuk mampu mengontrol perannya secara seimbang, tidak hanya memupuk egoismenya melihat peran yang bisa melambungkannya ke langit saja, tetapi juga harus mampu melihat secara jeli peran yang paling dekat dengan dirinya. 

Perempuan dan Media Sosial

Peran Perempuan dalam Media Sosial

Penulis : Selfi Marindang (Kader IMM Fisip Unismuh Makassar)


Dalam sejarah perkebangan Nasional kata “perempuan” telah memberi konstribusi historisnya. Kongres pertamanya, yakni kongres perempoean indonesia pertama berlangsung pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Namun sejak kemerdekaan ,derap kongres perempoean indonesia tersebut sudah berganti penerusnya,yakni kowani( kongres wanita indonesia)dan pada saat itu peran peremuan telah ada dan di akui.
Pada zaman dahulu penduduk pribumi sangat sedikit bahkan hampir tidak ada yang mengenal dengan media sosial atau yang dikenal (medsos), yang kini telah menyebar luas di dunia dan di sebut dengan dunia maya.
Media sosial adalah sebuah media dering dengan para pengguna bisa dengan muda berpartisipasi ,berbagi informasi, dan menciptakan isi blog,jejaring sosial, forum dan dunia virtual.
  Saat ini banyak orang orang yang terjebak dengan media sosial dengan penggunanya kebanyakan yakni perempuan. Menurut sebuah penelitian dari digital GFK Asia,perempuan indonesia setidaknya menghabiskan waktu minimal selama 5,6 jam perhari saat mengutak –utik layar smartphone mereka dengar berbagai macam situs maupun aplikasi yang dibuka. 
Realita yang terjadi justru media sosial digunakan sebagai tempat untuk berbuat kejahatan oleh oknum okmun yang tidak bertanggung jawab dan korbannya pun kebanyakan remaja atau gadis gadis yang terjebak dengan media sosial. Salah satu bentuk dampak negatif dari media sosial adalah kebanyakan bersebarnya berita hoax atau pun ujaran kebencian, apalagi kini telah masuk tahun politik yang dapat digunakan oleh oknum oknum untuk menjatuhkkan lawannya.dan kejahan yang viral sasat ini adalah prostitusi online. 
       Ada pun berbegai peran perempuan, salah satunya yakni peran ibu kepada anaknya aga tidak terlibat dalam kejahatan media sosial, sebagai seorang ibu yang menjadi madrsa pertama bagi anaknya,dan untuk para calon ibu haruslah mendidik dirinya 25 tahun sebelum anaknya lahir karna seorang anak yang cedas adalah ornang tua yang cerdas susai yang dikatakan oleh sahabat Rasulullah, Ali Bin Abi Thalib. Peran ibu memberikan pemahaman dan pendidikan spiritual yang banyak kepada anak anaknya serta memberikan perhatian dan kasih sayang yang banyak agar anak tidak merasa kehilangan perhatian dan kepedulian dari kedua orang tua terutaman dari ibunya. Serta mengawai kelebihan peggunaan gadget apalagi penggunaan media sosial yang dapat berdapkak buruk bagi sang anak apa bila tampa pengawasan dari orang tua. 
 Peran perempuan dalam media sosial yakni menggunkan media sosial dengan sebaik baiknya seperti untuk memudahkan pekerjaan ,digunakkan untuk mencari informasi yang positif . mejadi tempat untuk menyampaikan kebaikan infomasi yang diketahui. serta mejadi wadah untuk mengembankan pretasi yang dimiliki seperti mialnya tulisan tulisan artikel yang bermanfaat dan dapat di jadikan sebagai motivasi dan inofasi bagi para pembacanya. 

Perempuan dan Media Sosial

PEREMPUAN DAN MEDIA SOSIAL

Follow up kajian IMMawati 
IMMawati Nursanti (Departemen Bidang IMMawati) 

Media sosial yang telah menjadi media komunikasi terkini sangat mempengaruhi kehidupan manusia terutama perempuan. dapat diketahui bahwa pengguna media sosial yang paling dominan adalah kaum perempuan. Hal ini disebabkan kaum perempuan sebagai mahluk yang gemar bersosialisasi, salah satunya dengan berbagi informasi untuk berkomunikasi melalui media sosial. Facebook menjadi media sosial yang paling disukai pengguna dalam aktivitas sosialnya. Menurut Betty Alisjahbana (dalam Lubis, 2014) seorang pakar TeknologiKomunikasi dan Informatika, perempuan Indonesia pengguna internet itu di  atas pertumbuhan (pengguna internet) umum, bisa di atas 10 persen. Salah satu pengaruh yang terjadi saat ini  ialah pola pikir pada generasi ini menjadi serba praktis sehingga terjebak dalam hegemoni kecanggihan teknologi. Dengan dalih semua bisa di dapat dengan mudah hanya dengan mengklik salah satu item pada gadjet misalnya bisa sudah langsung pilih menu makanan untuk siap di antar kedepan rumah, belum lagi banyaknya aplikasi pada gadjet yang menarik perhatian seperti Instagram, fb, twitter, telegram dan lain sebagainya semua itu menghiasi perjalanan hidup manusia di era ini
 Internet ini juga telah  mempengaruhi kehidupan kaum perempuan, dimana ternyata perempuan  sangatlah aktif dalam menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan media social, Keberadaan media sosial sangatlah memberikan dampak yang cukup besar bagi perempuan.,Dewasa kini, Sosial media sudah menjadi kebutuhan individu dalam berkomunikasi, mencari informasi atau bahkan membuat peluang dengan bisnis online yang biasa di geluti para perempuan-perempuan masa kini. Namun menjadi suatu kekhawatiran jika para perempuan hanyut dalam era kekinian, tak menutup kemungkinan beberapa tahun yang akan datang para perempuan ini akan mengabaikan segala urusan fitrahnya, kehilangan peran mendidik buah hatinya karena sibuk dengan gadjet, kehilangan peran Menjadi sang istri, bahkan parahnya lagi karakter peduli yang seharusnya melekat dalam diri perempuan semakin terkikis jika tak mampu menghadapi tantangan zaman.
Keberadaan media sosial ini juga menuntut kaum perempuan untuk dapat lebih bijak dalam penggunaannya agar mendapatkan manfaat yang maksimal. Sudah waktunya perempuan harus memunculkan diri, mengisi kemerdekaan dengan cara yang lebih elegan,. Apapun posisi perempuan jika beberapa hal ini bisa di pahami maka perempuan akan menjadi Mutiara yang sangat indah untuk Indonesia. Karena perempuan merupakan aset kekuatan bagi Negara, dimana perempuan bisa berperan lebih dari satu ranah, perempuan bisa ikut serta dalam menyelamatkan Rebuplik (mengisi post-post pemerintahan) dengan tidak melupakan tugas seorang perempuan itu sendiri. hal dasar bagi perempuan untuk menjadi seorang istri ataupun seorang ibu yang kelak akan mendidik generasi emas masa depan.Hal serupa bisa terjadi dengan kekuatan-kekuatan yang di bangun di dalam diri, mulai dari mengenali potensi diri, kemauan diri, melatih diri, membangun diri hingga mengkaryakan diri menjadi seseorang yang ahli di bidangnya untuk kemudian menjawab tantangan zaman yang hari ini tengah kita hadapi.

Rabu, 10 April 2019

Eksistensi Perempuan


WANITA INDONESIA DAN SOSIAL MEDIA


Follow up kajian IMMawati 
IMMawati Indah Lestari (Kader IMM Fisip) 

Pada abad ke-21 ini dipastikan hampir seluruh penghuni bumi tidak ada yang tidak mengenal yang namanya sosial media atau dalam bahasa indonesianya ialah media sosial. 
 Media sosial adalah suatu media untuk bersosialisasi satu sama lain baik itu adalah kenalan dekat maupun kenalan yang jauh. secara online.
   Dalam laporan "Digital Around The World 2019" terungkap bahwa dari total 268,2 juta jiwa pendunduk Indonesia, 150 juta penduduk nya telah menggunakan media sosial. Dengan demikian angka persentasi nya ialah sekitar 56 persen. 
   Pada tahun 2018 Kepala Seksi Statistik Kemiskinan (BPS) Badan Pusat Statistik Nur Sahrizal mengungkapkan wanita Indonesia menggunakan internet, sebagian besar untuk mengakses media sosial. Beliau berujar dalam Seminar Publikasi Data dan Informasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 2018 di Jakarta, Selasa (27/11/2018), membeberkan bahwa wanita Indonesia menghabiskan 79,92 persen internet yang diaksesnya untuk media sosial. 
   Seperti halnya mata uang media sosial juga memiliki dua sisi yang bertolak belakang yaitu sisi baik dan sisi buruk yang mana sisi baik nya antara lain mempererat silahturahmi keluarga yang saling berjauhan,alat untuk membuka usaha, menambah teman dan lain-lain. Selain itu,sisi baik tersebut juga di barengi dengan sisi buruk seperti cyber crime yang dalam bahasa indonesianya berarti kejahatan dunia maya.
   Komnas Perempuan menyebutkan bahwa terjadi peningkatan angka pelecehan seksual terhadap perempuan, terutama yang dilakukan melalui media daring atau media sosial . Berdasarkan catatan dari Komnas Perempuan, selama tahun 2017 pelecehan seksual melalui dunia maya terdiri dari 14 kasus cyber violence atau kekerasan melalui internet, satu kasus cyber grooming – menipu perempuan, 20 kasus cyber harassment, 16 kasus konten ilegal, serta 19 kasus distribusi foto atau video pribadi.
   Dalam hal ini wanita lebih rentan ketimbang pria sehingga korban cyber crime di dominasi oleh kaum hawa hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dan kurangnya perhatian terhadap perlindungan diri akan ancaman cyber crime. Ketika mereka mengizinkan orang lain (anak,suami,pacar,rekan kantor,teman hangout dan lain-lain) untuk menggunakan perangkat utama mereka, 36 persen wanita tidak melakukan apa-apa untuk melindungi data mereka karena tidak melihat resiko tersebut. 
  Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang di sebutkan di atas di butuhkan kesadaran dan perhatian penuh dari kaum wanita agar lebih menjaga ruang pribadinya sehingga tidak bocor ke dunia maya dan menjadi sasaran empuk bagi para pelaku cyber crime.
   Selain itu di perlukannya juga partisipasi pemerintah untuk membuat sebuah pembelajaran atau seminar tentang pentingnya literasi (pemahaman) terhadap media sosial bagi para kaum wanita Indonesia. 

Selasa, 09 April 2019

EKSISTENSI PEREMPUAN

PERANAN PEREMPUAN TIDAK TENGGELAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Follow up kajian IMMawati 
IMMawati  Rismawati kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

Sekarang kita sudah berada pada era revolusi industri 4.0 dimana segala sesuatunya bisa dijangkau dengan jari, dunia hanya sejauh layar smartphone dan ibu jari. Segala informasi bisa dengan mudah didapatkan dari info nasional hingga internasional, dari informasi kejadian 10 tahun lalu hingga informasi kejadian 10 menit terakhir. Kita sudah memasuki era yang sangat luar biasa, hampir semua pekerjaan yang dulu hanya dilakukan oleh manusia kini telah digantikan oleh kecanggihan teknologi. Seperti, hadirnya aplikasi belanja online, aplikasi ojek online hingga tersedianya masakan siap saji yang bisa dipesan online (Go-food), bahkan sekarang sudah hadir Molay Robotics yang dibuat oleh perusahaan yang berbasis di London, Inggris mampu memasak 2000 masakan yang kini bisa menggantikan peran seorang ibu di dapur. 
Kehadiran robot dan mesin canggih kini telah mengancam peranan penting manusia terutama perempuan dalam dunia karir. Hampir seluruh perusahaan di dunia mengandalkan 70% kecanggihan robot dan mesin dan hanya 30% mengandalkan tenaga manusia dalam perusahaannya.
“Singularitas akan terjadi secara utuh pada 2045. Nanti, pada 2029 komputer juga akan memiliki tingkatan kecerdasan setara dengan manusia,” ujar Kurzweill dalam wawancaranya dengan Sxsm seperti dilansir futurism, rabu (11/10/2017).
“Ini bukan sekenario masa depan tetapi kenyataan. Sekarang saja kecerdasan buatan sudah memimpin beberapa platform. Ia bekerja seperti otak, menghubungkan beberapa perangkat pintar dan disesuaikan dengan kebutuhan manusia” sambungnya.
Revolusi industry 4.0 ini adalah tantangan besar perempuan diseluruh dunia, bagaimana agar mereka bisa tetap timbul dan peranan mereka tidak ditenggelamkan di era sekarang ini. Harus selalu ada pergerakan yang mampu memberikan pengaruh positif untuk dirinya, lingkunganya hingga berpengaruh terhadapnya dunia.
Teruslah belajar dan kembangkan potensimu, jangan pernah menutup mata ketika sedang melihat buku, jangan pernah menutup telinga ketika sedang mendengar informasi, kita bisa belajar dimana saja kita berada. Sekarang sudah saatnya perempuan terus bangkit memberi motifasi kepada dunia lewat sebuah prestasi dan karya. Tuangkan ide-ide mu dalam sebuah tulisan yang mampu dibaca oleh semua orang diseluruh dunia, manfaatkan kecanggihan teknologi jangan tinggal diam dan hanya tahu menggunakannya sebagai hiburan saja. Setiap manusia di bekali potensi dalam hidupnya, sekarang tinggal bagaimana cara kita untuk terus mengembangkan potensi itu. Ada banyak jalan menuju kesuksesan jangan terpaku hanya pada satu jalan. 
Perempuan mampu menunjukkan peran pentingnya dalam revolusi industry 4.0, perempuan dimasa yang akan datang sudah harus lebih pintar dan cerdas karena seorang ibu yang cerdas akan melahirkan generasi yang lebih baik.

Menjelang Pesta Demokrasi

Dear Pemilu 2019                                      Oleh: Rayu Ati (Departemen Bidang Hikmah Pikom IMM Fisip Unismuh Mak...