Minggu, 14 April 2019

Perempuan Masa Kini


PERAN PEREMPUAN MASA KINI



Oleh: Nur Aqsah
(Departemen Bidang Media dan Komunikasi Pikom IMM Fisip Unismuh Makassar)

        Sejalan dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, disadari atau tidak, peran perempuan akhir-akhir ini semakin bergeser kearah yang lebih positif dan semakin berkembang. Jika dulu perempuan kerap kali hanya diidentikan dengan kecantikan dan keindahan, sekarang tidak lagi. Mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus anak kini bukan lagi menjadi satu-satunya kegiaran perempuan. Peran perempuan belakangan ini semakin maju dan berkembang. Jumlah wanita karir di Indonesia kini semakin meningkat, bahkan saat ini menempati urutan ke enam terbanyak di dunia. Hal tersebut membuktikan bahwa masih banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan oleh perempuan di masa kini.
Kartini menjadi inspirasi dalam perkembangan perempuan. Peran perempuan di era millenial tidak pernah redup. Prestasi para perempuan Indonesia pun sangat terlihat dari dulu hingga kini.
Jika melihat sejarah sebelumnya, dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini sangat haus dengan pendidikan dan memperjuangkan wanita untuk sejajar dengan pria. Dalam surat – surat Kartini juga masuk berbagai dialog yang sangat menginspirasi.
Memperingati nuansa kebangkitan nasional saat ini dan keterkaitan dengan peran perempuan, maka ini adalah momentum bagi semua perempuan Indonesia untuk bangkit dari sekat emansipasi untuk bisa lebih menunjukkan karyanya memasuki era milenial yang semakin praktis dan serba digital ini, semakin menuntut persaingan karier yang ketat dalam dunia kerja.
Dewasa ini, peran wanita semakin terlihat di era milinenial. Wanita tidak hanya memiliki posisi sentral dalam keluarga yang berperan sebagai istri, mitra suami, ibu rumah tangga maupun pendidik generasi penerus namun juga sebagai pengambil keputusan untuk berbagai pilihan hidupnya. Tak hanya itu, kaum wanita pun perlu menyadari pentingnya mendapatkan perlindungan dan tempat terbaik diberbagai kesempatan.
Ikut berpartisipasinya perempuan untuk berperan di kalangan publik harus di hargai, karena mereka juga memiliki hak yang sama untuk memperoleh kedudukan akses dan pemerataan yang sama di mata publik . Yang masih perlu dipikirkan ialah kapabilitas dan kemampuan yang dimiliki semua perempuan bisa berpartisipasi di ranah publik , dalam kacamata sosial tidak ada pembatasan yang membelenggu, era millenium bisa menjadi lahan pembebasan bagi pergerakan perempuan tanpa melupakan keterikatan aturan norma sosial, hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan.
Mencermati perempuan saat ini, Indonesia telah memiliki perempuan hebat yang dapat menjadi inisiator maupun tonggak pembangunan perekonomian bangsa. Tidak dapat menutup kemungkinan, nantinya bakal bermunculan perempuan-perempuan hebat di Indonesia. Perempuan dan laki-laki sudah seyoginya saling bahu membahu untuk kebaikan terlebih lagi dalam pembangunan perekonomian bangsa. Jangan terjebak dalam perdebatan gender yang seakan tak berujung. Perempuan maupun laki-laki dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa ini, jadi tak masalah apapun jenis kelaminnya.
Agar tidak terlalu terseret, perempuan dituntut untuk mampu mengontrol perannya secara seimbang, tidak hanya memupuk egoismenya melihat peran yang bisa melambungkannya ke langit saja, tetapi juga harus mampu melihat secara jeli peran yang paling dekat dengan dirinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjelang Pesta Demokrasi

Dear Pemilu 2019                                      Oleh: Rayu Ati (Departemen Bidang Hikmah Pikom IMM Fisip Unismuh Mak...