Kamis, 08 November 2018

IMM Sebagai Pamong Gerakan Mahasiswa




IMM Sebagai Pamong Gerakan Mahasiswa

By : Reski Nur Amalia



Panggung pergerakan mahasiswa hari ini semakin kehilangan taringnya. Hilang wibawa dan jati diri mereka. Pergerakan mereka telah semakin jauh berbelok meninggalkan nilai-nilai yang harusnya mereka bawa. Sejarah telah mencatat, dari mulai munculnya Kebangkitan Nasional hingga tragedi 1998, mahasiswa selalu menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi di Indonesia. Sebut saja gerakan mahasiswa pada masa penjajahan Belanda, Jepang, masa pemberontakan PKI, masa orde lama, hingga masa orde baru dengan gerakan reformasinya, peran mahasiswa tidak pernah absen dalam catatan peristiwa penting tersebut. Sayangnya, cerita dunia mahasiswa kadang di padu padankan dengan kemewahan seperti kebanyakan cerita di ftv. Jauh dari esensinya sebagai mahasiswa, di dunia nyata lebih pelik dari alur sinetron. Mahasiswa lupa akan tupoksinya sebagai patron perubahan, mereka hanya sibuk memperbanyak tempat untuk sekedar berfoya-foya. Globalisasi menjadi pengaruh perilaku gaya hidup modern dimana pemenuhan kebutuhan mahasiswa tampak condong ke hedonisme. Jika hedonisme mulai merembes di kampus bisa dilihat akan terdapat banyak mahasiswa dengan gaya K-Popnya yang sangat mudah ditemui mulai dari model gaya hidupnya. Hal tersebut menjadi hal yang mampu memperburuk perpolitikan dalam lingkup kampus. Kehadiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dalam dunia kemahasiswaan menjadi ladang aksi untuk mengekspresikan tingkat kepekaan seorang mahasiswa terhadap intergritas kebangsaan yang mulai pudar dalam diri seorang mahasiswa pada umumnya. Dalam tubuh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tertanamkan jiwa-jiwa yang kemudian akan melekat pada aktivis mahasiswa IMM yaitu spiritualitas, humanitas, dan intelektualitas. Dalam kerangka strategis gerakan Muhammadiyah, IMM merupakan tunas muda Muhammadiyah pada jalur organisasi otonom. Visi identitas dan konsepsi gerakan IMM merepresentasikan kepedulian gerakan sosial Muhammadiyah pada wilayah kemahasiswaan. Sinergitas gerakan ini mencerminkan proses transmisi intelektual kolektif, baik pada arah konsepsi organisasi maupun pada ranah perkembangan masyarakat kampus. Pada eksistensinya, IMM menjadi wadah khusus untuk mengembangkan potensi para mahasiswa. Melirik dari tujuannya yaitu terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia guna mencapai tujuan Muhammadiyah. Kata terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia merupakan suatu gambaran seorang kader ikatan dalam mengaktualisasikan dirinya pada masyarakat.Yang nampak terlihat bahwasanya permasalahan mahasiswa sekarang yang dibesarkan adalah kelompoknya sendiri ideologi organisasinya sendiri selalu dikotomi, bahkan kebanyakan ada yang tidak menghiraukan dan mengingat mahasiswa adalah insan akademis. Pergerakannya sulit untuk disatukan, yang sana selalu tidak setuju dengan kelompok sini bahkan pertarungan ideologi membuat kontroversi. Begitu juga yang non aktivis, masti tidak menghiraukan akan kondisi yang ada. Namun pada hakekatnya, mahasiswa harus kembali kepada tugas pokok dan fungsinya.

Wassalam.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menjelang Pesta Demokrasi

Dear Pemilu 2019                                      Oleh: Rayu Ati (Departemen Bidang Hikmah Pikom IMM Fisip Unismuh Mak...