Minggu, 11 November 2018

Stop Eksploitasi Perempuan


BERANTAS EKSPLOITASI PEREMPUAN 

(Rangkuman hasil Kajian IMMawati Unismuh)


Penulis : Bidang IMMawati Pikom IMM Fisip (2018/2019)

Perempuan adalah makhluk yang semestinya dimuliakan, Mengutip salah satu hadist mengatakan “sebaik-baik perhiasan adalah perempuan soleha”. Perempuan merupakan salah satu patron suatu Negara seperti kata Soekarno bahwa Perempuan adalah tiangnya Negara jika perempuannya baik maka baiklah Negara itu, jika perempuannya rusak maka rusaklah Negara itu.
Kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara yang penduduknya mayoritas Islam, namun bisa kita lihat fenomena saat ini , begitu banyaknya kasus eksploitasi yang dilakukan kepada anak-anak dan perempuan, begitu menyedihkan terlebih lagi anak-anak yang merupakan regenerasi bangsa memiliki hak untuk dilindungi, hak untuk memperoleh pendidikan terabaikan begitu saja. Lantas, mengamati hal ini apakah kita hanya tinggal diam menyaksikan? Bagaimana tindakan pemerintah?
Begitu banyak kasus eksploitasi yang terjadi,  baik yang ditayangkan oleh media maupun secara langsung, hingga menyebabkan kekerasan fisik, seksual, hingga berdampak pada psikologis perasaan tertekan, takut yang berlebiha dan lain sebagainya.
Namun saat ini semuanya seakan dianggap sebagai hal yang biasa saja , ada yang peka namun tak sadar juga, ada yang sadar namun hanya memilih tinggal diam padahal mengutip salah satu kata “ Jika diam adalah masalah maka bergerak adalah solusinya”
Dalam buku Tugas Cendekiawan Muslim yang ditulis oleh Ali Syariati mengatakan bahwa saat ini kita berada dizaman yang menipu , hal-hal yang buruk seakan terlihat biasa saja dan bahkan dianggap baik-baik saja karena pandainya manusia dalam membungkus masalah-masalah dengan sangat baik.
Allah berfirman dalam Q.S.Al-Imran;110 bahwa salah satu tujuan manusia diciptakan sebagai khalifah fil ardh untuk beramar ma’ruf nahi munkar, ini berarti bahwa kita diciptakan untuk menjadi solusi terhadap setiap masalah yang tampak dihadapan kita, ketika kita tinggal diam berarti sam saja kita menyetujui dan mendukung hal tersebut yang pada akhirnya kita akan sama-sama menanggung dosanya. 
Terdapat berbagai macam solusi untuk mengatasi masalah eksploitasi terlebih lagi kita sebagai perempuan patutlah berperan dalam memberantas minimal terlebih dahulu berusaha memperbaiki dan menjaga diri sebagai benteng dalam menghadapi realitas yang terjadi.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hadir sebagai solusi sebagai organisasi gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang tertuang didalam salah satu karya seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah buku Manifesto Gerakan Intelektual Profetik menurut Kuntowijoyo fungsi kita sebagai manusia atau kader Intelektual Profetik dibagi menjadi 3 aspek :
Humanisasi ialah terjemahan kreatif dari amar ma’ruf yang memiliki makna asal menganjurkan atau menegakkan kebaikan
Liberasi ialah merupakan terjemahandari nahi munkar yang memiliki arti melarang atau mencegah segala tindakan kejahatan, pembebasan terhadap yang termarjinalkan dan 
Transendensi merupakan terjemahan dari tu’minuna billah yang berarti beriman kepada Allah, proses memanusiakan manusia dan melakukan proses pembebasan merupaka sarana untuk kembali kepada Tuhan, demikian tugas kita sebagai mahasiswa intelektual profetik versi Kuntowijoyo.

Ketika kita kontekstualkan terhadap berbagai macam masalah eksploitasi yang ada saat ini terkhusus di Indonesia, gerakan humanisasi, liberasi dan transendensi sangatlah diperlukan, ketika terjadi  penindasan terhadap perempuan sudah menjadi kewajiban dan keharusan bagi kita untuk berada digarda terdepan bergerak memberantas hal tersebut, ketika realitas perempuan saat ini sudah jauh dengan nilai-nilai islam dan ajaran rasulullah dan kebanyakan orang hanya diam atau bahkan menjadi bagian dari masalah tersebut  maka patutlah bagi kita mengajak mereka untuk peka dan sadar bersama-sama bergerak menjadi solusi dan yang terpenting segala gerakan yang kita lakukan niat, usaha hingga hasil kembalikan kepada sang kuasa yang maha menghendaki.

Billahii fii sabililhaq
Fastabiqul khaerat...

1 komentar:

Menjelang Pesta Demokrasi

Dear Pemilu 2019                                      Oleh: Rayu Ati (Departemen Bidang Hikmah Pikom IMM Fisip Unismuh Mak...